Sebuah single-board computer (SBC) adalah komputer yang lengkap dibangun pada papan sirkuit tunggal, berikut mikroprosesor(s), memori, input / output (I/O) dan fitur lain yang dibutuhkan pada sebuah komputer fungsional. Komputer single-board dibuat termasuk sebagai platform pengembangan sistem, untuk sistem pendidikan, atau untuk digunakan sebagai pengendali komputer tertanam (embedded). Banyak jenis komputer portabel yang mengintegrasikan semua fungsi mereka ke sebuah papan sirkuit tunggal.

Berbeda dengan desktop dan komputer pribadi, komputer papan tunggal sering tidak bergantung pada slot ekspansi untuk fungsi perifer atau ekspansi dan sebagai pengganti acapkali menyediakan pin GPIO (General-purpose input/output).

1. Beaglebone Black adalah salah satusingle-board computer dan sekaligusopen source hardware, Beaglebone Black ini telah mempunyai bawaan OS berbasis linux Angstrom ARM. 

Dibekali dengan kemampuan memory 512 mb DDR3, ethernet onboard memungkinkan Beaglebone Black dapat terkoneksi dengan internet menggunakan kabel LAN tanpa harus menambah modul-modul ethernet lagi. Yang paling luar biasa bahwa Beaglebone Black ini mempunyai banyak sekali pin Beaglebone Black adalah salah satusingle-board computer dan sekaligusopen source hardware, Beaglebone Black ini telah mempunyai bawaan OS berbasis linux Angstrom ARM. 

Dibekali dengan kemampuan memory 512 mb DDR3, ethernet onboard memungkinkan Beaglebone Black dapat terkoneksi dengan internet menggunakan kabel LAN tanpa harus menambah modul-modul ethernet lagi. Yang paling luar biasa bahwa Beaglebone Black ini mempunyai banyak sekali pin multiguna disebelah kiri dan kanan boardnya.

2. Kesuksesan komputer mini dengan konsep DIY (Do it Yourself) seperti Raspberry Pi tampaknya menginspirasi Intel untuk meluncurkan produk yang sama. Raksasa produsen prosesor x86 ini meluncurkan Galileo yang merupakan komputer mini dengan konsep DIY mirip Raspberry Pi.

Intel mengatakan bahwa komputer mini Galileo ini kompatibel dengan Arduino dan Arduini software development karena Intel menggandeng Arduino Shield dalam pengembangan komputer mini ini. Kerja sama ini akan membuat pintu kesuksesan Galileo di pasar DIY terbuka lebar.

Apa yang ditawarkan oleh komputer mini Intel Galileo ini? Berbeda dengan kebanyakan perangkat Arduino yang menggunakan prosesor berbasis ARM, Galileo menggunakan prosesor berbasis x86 yang didukung oleh Intel Quark X1000 SoC (System on Chip).

Prosesor Quark X1000 yang dihunakan dalam proyek Intel Galileo ini adalah sebuah prosesor 32-bit yang menggunakan arsitektur yang sama dengan Intel Pentium yang didukung dengan memori cache tertanam sebesar 512KB.

Salah satu keistimewaan dari Intel Quark X1000 yang digunakan oleh Galileo ini adalah konsumsi dayanya yang sangat rendah, kurang lebih hanya 1/10 dari konsumsi prosesor Intel Atom generasi terbaru. Prosesor Intel Quark X1000 ini berjalan dengan kecepatan 400MHz saja.

Intel Galileo ini didukung dengan konektivitas berupa port LAN, PCE Express Mini card, USB 2.0 host, dan 10 pin JTAG header. Intel Galileo dilengkapi storage 8MB untuk firmware dan 256MB untuk memori RAM. Intel juga membekali Galileo dengan slot microSD untuk ekspansi memori eksternal

3. Intel NUC NUC5i5RYH merupakan salah satu contoh penggunaan prosesor Core i 5th Generation tipe ULV pada platform desktop. Menariknya, penggunaan prosesor tipe hemat daya membuat Intel dapat menghadirkan PC desktop dengan ukuran mungil, meskipun tidak sekecil produk Compute Stick. Prosesor Intel Core i 5th Generation tipe ULV juga dapat bekerja normal dengan menggunakan sistem pendingin berukuran kecil dimana hal ini juga berperan dalam membuat ukuran produk Intel NUC sekecil dan seringkas mungkin.
Otak cerdas di balik Intel NUC NUC5i5RYH adalah prosesor Intel Core i5 generasi empat berbasiskan arsitektur CPU Broadwell dan dibangun menggunakan proses fabrikasi 14 nm. Untuk model CPU, mini PC desktop tersebut menggunakan prosesor Intel Core i5 5250U. Prosesor Intel kelas hemat daya (ULV – Ultra Low Voltage) tersebut merupakan tipe dual-core dan dilengkapi teknologi Hyper-Threading sehingga mampu mengerjakan empat proses komputasi sekaligus dalam sekali jalan. Prosesor tersebut memiliki nilai base clock speed sebesar 1,6 GHz dan dapat naik lebih tinggi lagi hingga mencapai 2,7 GHz berkat teknologi Turbo Boost 2.0. Tentu saja Turbo Boost clock speed tersebut dapat dicapai pada saat sejumlah kondisi terpenuhi seperti temperatur, penggunaan daya, beserta jumlah penggunaan thread.
Prosesor Core i5 5250U dilengkapi graphics card terintegrasi Intel HD Graphics 6000 berbasiskan arsitektur GPU Gen 8. Graphics card tersebut dilengkapi 48 EU (execution Units) dan bekerja pada base clock speed 300 MHz dengan nilai maksimal turbo boost clock speed 950 MHz.

Views All Time
Views All Time
66
Views Today
Views Today
1

Leave us a Comment

logged inYou must be to post a comment.